Sunday, May 02, 2010

Hypster Chick from my point of view

Ini semua datang dari ketertarikanku sama backing vocal Tika & The Dissident kemaren. Buset, ni cewek gokil abis dah. Asymetric short hair, tanktop, skinny, sneakers, and cool! suaranya juga OK pula aw aw. terlihat sedikit androgini.Sebenarnya bukan fenomena aneh sih disekelilingku ketika melihat tipikal cewek cewek seperti itu. Tapi secara jujur, saya appreciate banget ma mereka. Ketertarikan itu terlebih karena hipster lifestyle sedang marak juga sih. Yah typikal cewek cewek itu emang dapat saya definisikan dgn sudut pandang saya sendiri sbg bagian dari Hipster Lifestyle. Dan setelah baca - baca di Wiki : Hipster bukan cuma sekedar lifestyle tetapi lbh merujuk pada sebuah subcultur. AWESOME! Hipster Rulez!

Meminjam definisi wiki mengenai hipster: Hipster adalah istilah slang yang pertama muncul pada tahun 1940, dan kembali pada 1990-an dan 2000-an sering untuk menggambarkan jenis dari anak muda / peralihan menuju  dewasa berasal dari kelas menengah perkotaan dan remaja yang lebih tua dengan kepentingan dalam mode non-mainstream dan budaya, khususnya musik alternatif , indie rock, film independen, majalah seperti Vice dan Clash, dan website seperti Pitchfork Media . Dalam beberapa konteks, hipsters juga disebut sebagai scenesters.

Ya, seperti itu gambarannya. Atasan yang ga terlalu ribet, skinny jeans, chucks, gaya rambut yang aneh (ga semua sih) dan pikiran serta idealisme mereka mengenai anti mainstream. Yang selalu update pitcfork, membaca Juice magz, mengkoleksi Nylon magz, dengerin musik musik aneh kaya  The Rapture, The XX, Little Boots, The Sound, Pretty Girls Make Graves, Bratmobile, Yeasayer, Delorean, etc dan kegilaan mereka menonton film film anti - mainstream yang jarang dilihat cewek- cewek kebanyakan. Ketertarikan mereka akan fashion mereka tumpahkan ke design ato mungkin kertertarikan mereka akan menulis mereka tumpahkan pada tulisan. Yeah, menurutku itulah mereka. Yang ga kaya gruppie2 yang mencari eksistensi lewat mengendus- endus personel band pujaan ,hipster chick lbh menunjukkan eksistensi lewat karya absurd tapi keren mereka. Appreciate lah!

Ok, ini cuman gambaran dr analisis saya, jangan jadikan patokan. Tapi ini yang saya liat. Mereka beda, mereka smart, ber-idealisme, liar, nakal, tapi mereka selalu tak mau kalah dari kaum lelaki! mereka selalu meyetarakan gender mereka! oh iya, ketika weekend mungkin dapat ditemui di sudut2 pub / club yg live dj nya nyetel musik - musik dnb,dubstep,ato disco. Mereka party, seneng2 , ngeluarin penat, dan ingat! mereka ga jualan! karena mereka bisa menghidupi dirinya dengan karyanya! mereka sangat produktif menurutku!HAHAHAHHAHA...

for more info : Clash / Nylon Magz / Wikipedia

Saturday, May 01, 2010

Album Review (AR) : The Futureheads : The Baron

Album terbaru Futureheads: The Baron mengimajinasi saya layaknya terbang bersama Red Baron, terbang tinggi dan liar. Awalnya sih seperti itu, sepertinya menarik. OK-lah, The Baron menawarkan kualitas sound out yang lebih baik dari album mereka This Is Not the World. Sound vintage, vokal yang cool dan kering, dan rawrr masih terlihat disini tapi banyak yang ga akan kalian dapetin bila dibandingkan album mereka sebelumnya. Tapi ahkirnya , banyak keliaran keliaran yang saya imajinasikan diawal tidak dapat orgasme di ahkir :(

The Chaos,Heartbeat Song, I Can Do That , The Baron , dan Brick and Stone merupakan track track andalan di album ini. Mungkin akan terlalu membosankan karena tidak ada perubahan yang signifikan terhadap konsep sound dari album album terdahulunya, tapi lumayanlah buat jadi referensi kalian yang suka ngeband mengusung musik musik garage yang liar dan dekil. Hahahahhahaha....

Dengarkan juga : Cage The Elephant, Mystery Jet,  The Rakes, The Young Knives, The Cribs, The Stroke, atau King of Leon :P


for more info : http://tinyurl.com/2g4ko8m

Album Review (AR) : Delorean : Subiza

LP ketiga Delorean : Subiza sangat memikat! Beat - beat catchy sangatlah asik buat dinikmati menjelang malam bersama teman teman dan sedikit beer dingin. Delorean meruapakan  band alternatif disco  dr Spanyol yang terbentuk pada tahun 2000 di Zarautz, kota Basque. Vokalis dan bassis Ekhi Lopetegi, gitaris Tomas Palomo, keyboardist UNAI Lazcano, dan drummer Igor Escudeo ingin mengeksplorasi kepentingan bersama mereka,mencampurkan  sound sound punk rock  dan sound sound  elektronik. 

Track - track seperti  Real Love, Simple Grace, Infinite Dessert, and Warmer Places sangat patut kalian coba! Emang sih, musik mereka disco tapi ga terlalu cocok dimainin di tempat clubbing kesayangan kalian, Tapi untungnya sih, musik mereka masuk banget kalo kalian buat rave party kecil kecilan di kebun belakang rumah dengan penerangan ala kadarnya! 

Sedikit mengingatkan saya dengan Pulp, New Order, Maps, Liars, The Teenagers,  dan Pony Pony Run Run dengan beat beat ringan yang asik buat goyang dan pasang kuda kuda kalian!! LOL :)





Single Review (SR): Funny Little Dream - Funny Little Dream

Duo pop,  Peppy (vokal) dan Ganesha (vokal/ musik) sedikit mengingatkan saya denga Club 8, Au Revoir Simone, atau The Radio Dept. Mereka mengemasnya dengan sangat manis dan sangat berwarna. Menjadikan masa indah akan terus dikenang! dengan segelas cokelat panas, kekasih, dan pelangi :)







Gigs Review (GR): Tika - Headhunting

Triggers Syndicate and Kongsi Jahat Syndicate
"In Search Of Her Head"
Jogja Nasional Museum | Gamping | 30 April 2010

Konser yang fenomenal. 16 lagu dengan keintiman yang membius penonton oleh malaikat pencari kepala, Tika. Dibuka oleh Frau, pianist muda sebagai prolog acara psikopat makna tafsir tersebut. Kekelaman Tika & The Dissident diawali track Gugur Sepatu mendinginkan venue dengan kegundahan dan membuat penonton bertanya tanya "What's next?"

Tata lampu dan konsep panggung yang tidak biasa dan apik, menghadirkan sebuah tayangan bernilai serta dramatis. Seakan akan membawa penonton ke sebuah pub di New York , dengan guratan asap rokok mengepul dimana mana serta alunan musik jazzy dan blues, dan experimental entah apa itu namanya.
Genjer genjer, track yang merupakan kepiawaian Tika membunuh ketabuan akan esensi lagu tersebut. Dibawakan dengan lantang dan sangat menginspirasi! Ditutup "Mayday" sebagai bentuk permenungan diri akan perayaan 1 Mei. Dan konser pun berlalu begitu cepat.